Kontak Kegiatan Mahasiswa Program Kerja Pengumuman Berita Profil Beranda
logo bem

Sinergis - Positif - Aktif

BERITA [2019-12-08]
Microsoft Ingin Bantu Difabel dengan Kecerdasan Buatan
12 Mei 2018       Areza       Teknologi      
 
share to :

Microsoft berniat memanfaatkan artificial intelligence (kecerdasan buatan/ AI) untuk program sosial, khususnya para difabel di seluruh dunia. Dalam program "AI for Accessibility", Microsoft menggelontorkan dana sebesar 25 juta dollar AS (sekitar Rp 351 juta) selama lima tahun ke depan.

"Di seluruh dunia, hanya ada satu dari 10 orang difabel yang dapat mengakses teknologi dan produk bantu," tulis Chief Legal Officer Microsoft, Brad Smith, seperti dirangkum KompasTekno dari Engadget, Selasa (8/5/2018).

Dana tersebut akan dikelola dalam bentuk investasi, hibah, dan asisten ahli yang dibutuhkan. Untuk merealisasikan program ini, Microsoft telah membentuk tim "Accessibility" yang dikepalai Jenny Lay-Flurrie.


Nantinya, teknologi AI akan terkoneksi dengan layanan komputasi Microsoft. Kemajuan AI disebut Microsoft cukup potensial untuk membantu para penyandang difabel melakukan tiga skenario utama yakni bekerja, melakukan kehidupan modern dan menjalin hubungan dengan manusia lain.

Microsoft telah menelurkan teknologi AI-nya untuk difabel dalam beberapa produk, seperti "Seeing AI App" yang membantu penyandang tuna netra. Aplikasi ini bisa menarasikan apa yang terpindai oleh ponsel, termasuk memindai teks untuk diperdengarkan ke penggunanya.

Ada pula aplikasi "Helpicto" yang mengubah perintah suara menjadi gambar, untuk membantu para penderita autisme berkomunikasi dan memahami situasi. Microsoft juga telah meluncurkan "Microsoft Translate" yang membantu tuna rungu dengan mengubah percakapan menjadi teks secara real-time.

Dengan menyediakan AI di produk Microsoft lebih luas lagi, Smith yakin jika teknologi akan semakin besar pengaruhnya, tak hanya bagi pada difabel, tapi juga semua orang.

Sumber Detik.com