Kontak Kegiatan Mahasiswa Program Kerja Pengumuman Berita Profil Beranda
logo bem

Sinergis - Positif - Aktif

BERITA [2019-08-17]
Inilah 6 Gunung di Indonesia yang cocok bagi pemula
26 April 2018       Areza       Wisata      
 
share to :

Indonesia memiliki ratusan gunung dengan view yang spektakuler. Ingin mendakinya, namun belum siap menghadapi medan yang telalu berat? Enam gunung berikut bisa jadi solusi tepat untuk para pendaki amatir.

1. Gunung Prau – Jawa Tengah (2565 MDPL)

Untuk yang belum tahu, konon Gunung Prau ini adalah salah satu gunung dengan puncak terluas di Indonesia loh! Nggak heran kalau Gunung Prau ini menjadi tempat favorit pecinta alam untuk berkemah sambil menanti matahari terbit yang menawan. Ditambah lagi, dalam cuaca cerah, dari puncak Gunung Prau kalian bisa melihat puncak Sindoro-Sumbing serta Merapi dan Merbabu dari kejauhan.

Untuk menuju puncaknya, jalur pendakian Gunung Prau tersingkat yang bisa kalian lewati adalah dari base camp Desa Patak Banteng, Dieng. Kira-kira setelah melakukan pendakian selama kurang lebih tiga jam perjalanan, kalian akan menginjakkan kaki di puncak yang tingginya 2.565 mdpl, dan menikmati keindahan alam dari sana.

2. Gunung Gede – Jawa Barat (2.958 MDPL)

Selain aksesnya mudah, Gunung Gede juga memiliki pesona alam yang indah. Jika Anda memulai perjalanan dari jalur Cibodas, maka Anda akan dibuai dengan cantiknya hutan hujan yang tidak terlalu rapat, mata air panas, sungai-sungai kecil, dan air terjun yang memukau. Namun jika Anda memilih untuk start dari Jalur Gunung Putri, maka Anda akan bisa menikmati damainya berjalanan di tengah hutan rimba yang cenderung lembap dan basah.

Di puncaknya, akan ada kawah megah yang menebar aroma belerang tajam. Tak jauh dari situ, sedikit turun ke lapangan bawah, Anda akan dibuat kagum oleh luas dan cantiknya Alun-Alun Surya Kencana yang penuh dengan bunga Edelweiss dan kabut-kabut tipis sepanjang hari.

Tapi ingat, Edelweissnya tidak boleh dipetik, ya!

3. Gunung Papandayan – Jawa Barat (2665 MDPL)

Sebagai gunung kawakan yang tersohor di kalangan anak muda pada satu hingga dua tahun belakangan, Papandayan sangat tidak sulit untuk didaki. Medan yang didominasi oleh bebatuan, tanah lempung, hutan hujan, dan belerang aktif, menjadikan gunung ini cukup panas bila disusuri siang hari. Pagi atau sore adalah waktu terbaik untuk mulai berjalan.

Gelegar kawah dan asap dari belerang yang mendidih di sisi-sisi jalur menjadikan Anda bak sedang bertualang ke negeri dongeng.

Satu hal yang perlu diingat, jangan paksakan diri untuk sampai ke puncak, sebab selain sangat jauh dan terjal, masih banyak tanaman liar yang merimbun di sepanjang trek. Nikmati saja waktu untuk bersenang-senang di camping ground, di Hutan Mati yang eksotis, atau di padang Edelweiss Tegal Alun. Dijamin Anda akan terpuaskan tanpa harus sampai di titik tertingginya.

4. Gunung Ijen – Jawa Timur (2.443 MDPL)

Gunung yang terletak berdampingan dengan Gunung Merapi ini terkenal dengan kawah besar di puncaknya. Terakhir meletus di tahun 1999, gunung Ijen terbilang masih aktif karena produksi belerangnya belum berhenti. Untuk mencapainya, Anda bisa mengambil dua jalur, yaitu via Banyuwangi atau Bondowoso.

Jika sudah di sana, ada baiknya Anda terus mendaki sampai bertemu dengan Kawah Ijen. Danau kawah ini merupakan danau dengan air sangat asam terbesar di dunia yang memiliki kedalaman hingga 200 meter dan luas sampai 5.466 hektar.

Tak hanya itu, tiap dini hari, sekitar pukul 02.00 – 04.00, Anda akan bisa menjumpai fenomena alam blue fire atau api biru yang hanya terjadi di dua tempat di dunia. Di Ijen, dan di Islandia.

Mudah didaki, indah, dan satu dari dua keajaiban alam di dunia. Super!

5. Gunung Lawu – Jawa Timur (3.265 MDPL)

Waow! Ketinggiannya 3.265 mdpl, tetapi gunung yang ramah daki untuk pemula? Iya, memang gunung yang terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur ini cukup ramah bagi pendaki pemula.

Soalnya memang jalur pendakiannya relatif mudah dan aman. Ditambah lagi sudah tersedia bangunan beratap di setiap pos pendakian yang memungkinkan pendaki untuk berteduh dan beristirahat ketika capek.

Totalnya ada sekitar tiga jalur pendakian yang bisa kamu lalui, yaitu jalur Cemoro Kandang, Cemoro Sewu, dan Candi Seto. Namun untuk pendaki pemula yang ingin naik ke Gunung Lawu, disarankan mengambil jalur Cemoro Sewu yang jarak tempuhnya lebih pendek.

Uniknya, di pos 5 sebelum puncak Gunung Lawu ini terdapat sebuah warung yang menjajakan makanan. Jadi kalian gak perlu takut kelaparan. Saat turun, barulah kalian mengambil jalur Cemoro Kandang yang jalurnya lebih landai.

6. Gunung Penanggungan – Jawa Timur (1.653 MDPL)

Gunung Penanggungan ini adalah gunung yang cocok untuk pendaki pemula, berada di daerah Mojokerto. Gunung ini sering dikenal sebagai miniatur Semeru akibat puncaknya yang tandus mirip dengan Gunung Semeru.

Jalur pendakian menuju puncak Gunung Penanggungan ini terbilang singkat. Kira-kira cuma memerlukan waktu tempuh sekitar 4 jam melalui jalur Tamiajeng, Trawas yang menjadi jalur favorit pendaki yang ingin mendaki gunung ini.

Alternatifnya adalah melewati jalur pendakian via jalur Jolotundo. Nggak cuma bisa menikmati pemandangan alam yang memukau, dari sini kalian bisa menemukan beberapa peninggalan bersejarahsejarah berupa candi-candi di sepanjang jalur pendakian.

Mungkin kalian bisa mencoba mendaki Gunung Penanggungan sebelum mencoba mendaki ke Gunung Semeru. Kalian bisa berlatih di gunung yang memiliki ketinggian puncak hanya 1.653 mdpl ini. Meskipun cocok untuk pemula, namun jalurnya cukup menantang dengan kemiringannya mencapai 65 derajat. Pas untuk berlatih sebelum mendaki mahameru bukan?